Sejarah Multimedia
Istilah multimedia berasal dari gabungan dua kata,
yaitu multi dan media. Istilah ini menunjukkan bahwa ada banyak
media yang terlibat dalam proses penyampaian pesan. Dengan kata lain,
multimedia adalah media yang menggunakan banyak bentuk konten dan pemrosesan
informasi (contohnya, teks, audio, grafis, animasi & video) untuk memberitahu
atau menghibur penggunanya. Multimedia juga mengacu pada penggunaan media
elektronik untuk menyimpan dan mengalami konten multimedia. Multimedia serupa
dengan campuran media tradisional dalam seni rupa, tapi dengan cakupan yang
lebih luas. Istilah "rich media" merupakan sinonim untuk multimedia
yang interaktif.
Multimedia merupakan suatu kombinasi antara teks, grafis, audio, animasi,
dan video yang disampaikan secara interaktif kepada pengguna. Dengan kata
lain, multimedia dapat membuat pesan direpresentasikan melalui audio, grafis,
gambar, video, dan animasi sebagai tambahan untuk media tradisional (teks dan
grafis).
Sebelum lebih jauh membahas multimedia, sejarah penggunaan multimedia
dalam konteks komunikasi juga perlu dipahami. Kemunculan surat kabar sebagai
media komunikasi masa mungkin dapat dikatakan sebagai pondasi multimedia. Surat
kabar merupakan medium komunikasi massa pertama yang menggunakan kombinasi
teks, grafis, dan gambar.
Film pada awalnya diciptakan untuk mengamati gerakan yang terlalu cepat
bagi persepsi mata manusia. Thomas Alva Edison adalah orang yang bertanggung
jawab atas penemuan satu kamera film di tahun 1887. Penemuan kamera film oleh
Thomas Alva Edison kemudian diikuti dengan eksperimen-ekperimen sinematografis.
Tahun 1910 hingga tahun 1927 menjadi era film bisu. Era ini kemudian berakhir
pada tahun 1927 dengan kemunculan film berjudul The Jazz Singer, yang merupakan
film bersuara pertama.
Pada tahun 1895, Guglielino Marconi mengirimkan transimisi
radio nirkabel pertamanya di Ponthecchio, Italia. Beberapa tahun sebelumnya, di
tahun 1901, Marconi mendeteksi gelombang radio dipancarkan melintasi Atlantik.
Awalnya diciptakan untuk telegraf, saat ini radio merupakan medium utama untuk
penyiaran audio. Di tahun 1909, Marconi berbagi penghargaan Nobel fisika dengan
Reginal A. Fessenden yang mengalahkan Marconi dalam transmisi suara manusia.
Tidak semua penemu ini menerima penghargaan tersebut. Namun, Fessenden dibayar
2,5 juta di tahun 1928 untuk paten-patennya yang dicuri.
Televisi merupakan medium baru untuk abad ke-20. Pada tahun 1950an,
televisi menjadi media yang populer. Kepopuleran televisi di tahun 1950an itu
membuat video menjadi suatu medium tersedia secara umum dan sejak itu mengubah
dunia komunikasi massa.
Di masa ini, internet muncul sebagai media baru dan semakin populer.
Internet membuka kesempatan besar bagi setiap orang untuk bertukar pesan
multimedia, dengan efektif dan efisien.
Selain istilah multimedia, ada pula istilah hypermedia. Istilah ini
berawal dari penemuan istilah HyperText oleh Ted Nelson di sekitar tahun 1965.
HyperText merupakan sebuah system yang digunakan untuk membaca secara
non-linear, dengan mengikuti tautan yang menunjukkan bagian-bagian lain dari
dokumen, atau pada dokumen lain.
Hypermedia tidak terbatas pada pesan berbasis teks. Ini dapat melibatkan
media lain, seperti grafis, gambar, dan tentunya audio dan video.
Contoh kasus perkembangan mutimedia
PERKEMBANGAN MULTIMEDIA DALAM BIDANG POLITIK
Dalam melakukan aksi kampanye pada jaman sebelum
multimedia belum terlalu berkembang masih menggunakan lisan atau tulisan di
selembaran atau sticker atau baleho. Kini setelah multimedia berkembang sangat
baik, aksi kampanye telah menyebar ke dunia maya.
Contoh:presiden terkini AS Barack Husein Obama
menggunakan FaceBook dalam aksi kampanyenya
Pada awalnya multimedia hanya mencakup media yang menjadi konsumsi indra penglihatan (gambar diam, teks, gambar gerak video, dan gambar gerak rekaan/animasi), dan konsumsi indra pendengaran (suara). Dalam perkembangannya multimedia mencakup juga kinetik (gerak) dan bau yang merupakan konsupsi indra penciuman. Multimedia mulai memasukkan unsur kinetik sejak diaplikasikan pada pertunjukan film 3 dimensi yang digabungkan dengan gerakan pada kursi tempat duduk penonton. Kinetik dan film 3 dimensi membangkitkan sens rialistis.
Pada awalnya multimedia hanya mencakup media yang menjadi konsumsi indra penglihatan (gambar diam, teks, gambar gerak video, dan gambar gerak rekaan/animasi), dan konsumsi indra pendengaran (suara). Dalam perkembangannya multimedia mencakup juga kinetik (gerak) dan bau yang merupakan konsupsi indra penciuman. Multimedia mulai memasukkan unsur kinetik sejak diaplikasikan pada pertunjukan film 3 dimensi yang digabungkan dengan gerakan pada kursi tempat duduk penonton. Kinetik dan film 3 dimensi membangkitkan sens rialistis.
Pada masa sekarang ini, hampir semua aktivitas dapat dilakukan dengan komputer.
Setiap waktu orang dapat melihat perkembangan
teknologi dari hari ke hari dan teknologi tersebut dapat digunakan sebagai alat
bantu manusia untuk menyelesaikan beberapa aktifitas. Hampir semua kalangan
dapat menggunakan komputer baik dari kalangan bawah sampai kalangan atas. Dan
komputer pada saat ini juga berguna sebagai alat multimedia.
Dampak positif dan negatif adanya multimedia
DAMPAK POSITIF
BIDANG PENDIDIKAN
- Siswa / mahasiswa menjadi tidak mudah bosan dihadapkan hanya pada buku teks
- Suasana pengajaran dan pembelajaran yang interaktif akan menggalakkan
komunikasi berbagai hal ( pelajar-guru, pelajar-pelajar, pelajar-komputer )
- Gabungan berbagai media yang memanfaatkan sepenuhnya indra penglihatan dan
pendengaran mampu menarik minat belajar
- Perkembangan Teknologi Informasi (TI) Pada bidang Pendidikan, dampak yang
muncul ialah kegiatan belajar dan mengajar yang dikenal dengan konsep
e-Learning
BIDANG BISNIS
- Sejumlah perusahaan memberikan training pada pegawainya dengan materi
training berbasis multimedia dalam bentuk simulasi
·
BIDANG KESEHATAN
- Kini telah terdapat alat-alat medis kedokteran serba canggih untuk megetahui atau mendeteksi keadaan tubuh dalam manusia. Seperti USG, Rontgen, Tensi darah, alat citiscan, HD, dll
BIDANG POLITIK
- Dalam melakukan aksi kampanye pada jaman sebelum multimedia belum terlalu
berkembang masih menggunakan lisan atau tulisan di selembaran atau sticker atau
baleho. Kini setelah multimedia berkembang sangat baik, aksi kampanye telah
menyebar ke dunia maya
DAMPAK NEGATIF
BIDANG PENDIDIKAN
- Dengan adanya pembelajaran jarak jauh atau e-Learning ada beberapa nilai
kurang baik yakni tidak adanya interaksi secara langsung sehingga pengajar
tidak akan lebih intensif memonitori prilaku atau etitude pelajarnya
- Keberadaan guru dan tenaga pelajar sudah tidak lagi di prioritaskan
- Baru-baru ini banyak oknum-oknum yang memanfaatkan program sertifikasi yang
di adakan oleh lembaga atau instansi tertentu contoh: sertifikasi dari
Microsoft Corporation yang terdapat penjokian di dalamnya
BIDANG BISNIS
- Adanya pihak-pihak yang melakukan black market (ilegal) dalam internet
- Hacker melakukan hacking guna proses transaksi
BIDANG KESEHATAN
- Dengan kemajuan multimedia praktek aborsi ilegal pun dapat dilakukan dengan
tool-tool multimedia
- Banyaknya pabrik toko narkoba menunjukan begitu mudahnya penggunaan
multimedia untuk transaksi obat-obatan terlarang
BIDANG POLITIK
- Para elit politik pada pileg dan pilpres banyak menggunakan black campaygn
(kampanye hitam) melalui internet beligho, spanduk dsb
- Dengan adanya kemajuan teknologi multimedia para koruptor dapat leluasa untuk melakukan aksinya, walaupun saat ini ada teknik penyadapan dari instansi yang berwenang tetapi cara itu belum sepenuhnya menjerat para koruptor
Sumber :